Profil Desa

PROFIL DESA MANGUNHARJO

Desa Mangunharjo termasuk dalam wilayah Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Desa ini merupakan salah satu dari 17 desa yang berada di wilayah Kecamatan Arjosari dan terletak 9.5 km ke arah timur dari kota Kecamatan. Desa Mangunharjo memiliki wilayah seluas 327.946,90 hektar. Adapun batas-batas wilayah Desa Mangunharjo yakni sebagai berikut:

BATAS DESA

Sebelah Utara: Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar

Sebelah Selatan: Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan

Sebelah Timur : Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo

Sebelah Barat: Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari

Desa Mangunharjo memiliki iklim atau musim sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia yakni musim kemarau dan musim penghujan. Adanya pengaruh iklim ini memberikan pengaruh langsung terhadap pola tanam di Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari.

SEJARAH DESA MANGUNHARJO

Desa Mangunharjo dapat digolongkan sebagai sebuah desa yang tua. Tua disini berarti Desa Mangunharjo memiliki latar belakang sejarah yang panjang dari masa ke masa. Disamping itu Desa Mangunharjo memiliki sejarah yang cukup unik. Sejarah mengenai lahirnya Desa Mangunharjo rupanya tidak dapat terlepas dari adanya situs Watukura di Desa Watu Patok, Bandar, Pacitan. Situs Watukura ini menurut Stutterhein dalam Tijdschrift Voor Indische Taal, Land, en Volkunde (TBG) yang terbit di Batavia dengan nomor 67 halaman 182 menjelaskan mengenai hubungan Watukura dengan Maharaja Balitung dari Mataram Kuno. Pada zaman Kerajaan Majapahit akhir hingga Mataram wilayah Desa Mangunharjo merupakan Tanah Perdikan atau Bumi Merdeka yang bernama Karangsudha. Wilayah Karangsudha saat itu terbagi menjadi 13 desa yang terdiri dari: Desa Gading, Desa Ngawu, Desa Karang (Jetis Kidul), Desa Kedungbendo, Desa Ngasem, Desa Banyuanget, Desa Gegeran, Desa Sono (Kali Kuning sebelah utara), Desa Trenggono, Desa Kebondalem, Desa Gedangan, Desa Pager Gunung, dan Desa Nangka (Petung Sinarang sebelah selatan). Selain itu pula pada saat itu terdapat 3 wilayah Kademangan yaitu Kademangan Gading yang terdiri dari Desa Gading, Desa Ngawu, Desa Sono, Desa Pager Gunung, Desa Nangka, Desa Karang. Kemudian ada Kademangan Kedungbendo yang terdiri dari Desa Kedungbendo, Desa Ngasem, Desa Banyuanget, Desa Gegeran, Desa Jati. Untuk Kademangan Gedangan terdiri dari Desa Gedangan, Desa Kebondalem, Desa Trenggano, Desa Krebet, dan Desa Ngumbul Wetan.

Penyebutan wilayah Karangsudha pada zaman dahulu didasarkan oleh adanya danau/sungai yang tersumbat di Kedung Gupit dan setiap habis panen digunakan sebagai tempat upacara ritual adu kesaktian dari desa-desa sekitarnya. Adu kesaktian tersebut ditunjukkan dengan menggunakan media lesung. Selain itu media lesung ini pada zaman dahulu juga digunakan untuk acara bersih desa. Kemudian adanya pertimbangan dan perhitungan akhirnya danau/sungai tersebut dikeringkan agar dapat digunakan sebagai lahan pertanian dan sebagai tempat tinggal. Danau/sungai yang tersumbat tersebut dikeringkan dengan cara membuat aliran sungai seperti yang ada sekarang ini di Gupit Kedungbendo. Selain itu upaya penyumbatan danau/sungai tersebut dilakukan oleh sepasang Ulama yang merupakan saudara kandung bernama Tunjung Biru dan Tunjung Sekar yang sering dikenal sebagai Eyang Gusti dan Eyang Damuk. Makam (pasarean) dari Eyang Gusti berada di Dusun Ngasem, Desa Kedungbendo. Kemudian untuk makam (pasarean) dari Eyang Damuk berada di Imogiri. Namun di Desa Mangunharjo terdapat peninggalan (petilasan) dari Eyang Damuk berupa pohon sawo kecik yang dulu sering digunakan oleh Eyang Damuk sebagai tempat berjemur di pagi hari.

Untuk mengenang sejarah wilayah Karangsudha yang panjang maka terdapat wilayah yang masih menggunakan nama-nama yang sejak dahulu sudah ada seperti Kedung Grombyang, Klisat (Dalam Bahasa Jawa berarti Kali Asat), Puthuk, Tanjung, dan sebagainya. Kemudian seiring perkembangan zaman maka pada zaman penjajahan Belanda wilayah Karangsudha di jadikan Kaonderan atau Kecamatan, dengan Ibukota di Gading. Untuk itulah pada zaman dahulu sering dikenal dengan nama Gading Karangsudha. Namun karena disebabkan oleh suatu hal maka dilakukan pemindahan Ibukota Kecamatan dari Karangsudha ke Desa Arjosari serta wilayah Karangsudha dibagi-bagi ke dalam beberapa wilayah dan diubah statusnya pula menjadi Desa-Desa.

Desa Gading sendiri kemudian terdiri dari Dusun Gading/Krajan, Dusun Tegal, dan Dusun Ngawu/Karanganyar serta Dusun Sepatan. Keseluruhan dusun yang bergabung menjadi satu ini kemudian diberi nama Mangunharjo. Penamaan Mangunharjo sendiri dimaksudkan untuk mengenang nama serta jasa dari Onder Karangsudha yang bernama Mangun Winata. Selain itu alasan lainnya karena pada zaman Onder Mangun Winata ini Kaonderan Karangsudha mencapai zaman keemasan dan Onder Mangun Winata mampu memakmurkan masyarakat Karangsudha seluruhnya. Namun Onder terakhir Karangsudha yang bernama Tarmidjan nantinya menjadi Camat Arjosari yang pertama.

DEMOGRAFI DESA MANGUNHARJO

Desa Mangunharjo hanya terdiri dari 4 dusun saja meliputi Dusun Krajan dengan jumlah 7 RT, Dusun Tegal dengan jumlah 5 RT, Dusun Sepatan dengan jumlah 4 RT, Dusun Karanganyar dengan jumlah 5 RT. Selain itu Desa Mangunharjo memiliki jumlah penduduk 1932 jiwa dengan 660 KK dengan rincian dalam tabel berikut:

No. Jenis Kelamin Jumlah
1. Laki – Laki 985 Orang
2. Perempuan 947 Orang
3. Kepala Keluarga 660 KK

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Mangunharjo dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang)
1. Tidak/Belum Sekolah 257
2. Belum Tamat SD/Sederajat 140
3. Tamat SD/Sederajat 834
4. Tamat SLTP/Sederajat 348
5. Tamat SLTA/Sederajat 268
6. Diploma I/II 15
7. Akademi/Diploma III/Sarjana Muda 12
8. Diploma IV/Strata I 56
9. Strata II 2

Ragam kebudayaan yang berwujud kesenian juga masih tetap ada di masyarakat Desa Mangunharjo adalah sebagai berikut:

No. Jenis Kesenian Jumlah Kelompok Status
1. Seni Jaranan Senterewe 1 Aktif
2. Seni Jaranan Pegon 2 Aktif

MATA PENCAHARIAN PENDUDUK

Keadaann perekonomian di wilayah Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari lebih banyak didominasi oleh sektor pertanian. Oleh sebab itu sebagian besar penduduk di Desa Mangunharjo bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Petani PNS Tukang/Jasa Karyawan Lain-Lain
675 42 47 99  

KEPEMILIKAN TERNAK

Selain itu jumlah kepemilikan hewan ternak di wilayah Desa Mangunharjo dapat dilihat dalam tabel berikut:

Ayam Kampung Kambing Sapi Bebek Lain-Lain
3000 725 120 60 136

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *