Karang Taruna Penggerak Generasi Muda di Desa

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Dijelaskan bahwa karang taruna merupakan sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang memiliki peran dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah tumbuh dan berkembangnya jiwa-jiwa yang memiliki kesadaran dan tanggungjawab sosial. Masyarakat yang dapat menjadi anggota aktif organisasi ini berumur di antara rentang 13 tahun hingga 45 tahun, yang didasarkan pada sistem stelsel pasif.

Secara lebih khusus, karang taruna didirikan untuk menanggulangi dan mencegah masalah kesejahteraan sosial, utamanya pada generasi muda. Dalam hal ini, karang taruna diharapkan dapat meningkatkan potensi dan kemampuan generasi muda, menuju suatu kemandirian. Oleh karenanya, organisasi ini memiliki tugas pokok berupa pembinaan terhadap generasi muda dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Hal tersebut di antaranya seperti rehabilitasi, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan diklat, yang salah satunya dimaksudkan untuk menumbuhkan usaha ekonomi produktif. Selain itu, organisasi ini haruslah dibangun dengan memperhatikan pada aspek kearifan lokal, semangat kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika, dan kuatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penyelenggaraan organisasi karang taruna ini harus dilandasi semangat egaliter. Artinya, semua orang diposisikan sama, tidak memedulikan suku dan budaya, jenis kelamin, kedudukan sosial, pendirian politik, keturunan, golongan, maupun agama. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika pemilihan penggurus karang taruna dilaksanakan melalui proses musyawarah dan mufakat, serta dengan hanya masa periodesnya mencapai tiga tahun. Meskipun demikian, karang taruna ini kedudukannya hanya di desa, lebih dari itu dapat dibentuk forum penggurus, baik pada tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun nasional. Dalam hal penyelenggaraan organisasi ini, kepala desa memiliki peran untuk melakukan pembinaan.

Desa di setiap daerah tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, untuk itu program kerja tiap desa harusnya juga berbeda. Meskipun, juga dimungkinkan terdapat kesamaan, tetapi itu tidak dominan. Oleh karena itu, karang taruna harus mempertimbangkan mekanisme, potensi, sumber, kemampuan, dan kebutuhan untuk menyusun sebuah program kerja. Penyusunan tersebut juga harus memperhatikan prioritas jangka panjang, menengah, dan pendek, yang dalam pelaksanaannya dapat dibentuk unit-unit teknis.

Kepenggurusan karang taruna desa disahkan oleh Kepala Desa selaku pembina dan yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa. Sementara itu, keuangan karang taruna dapat diperoleh dari iuran warga karang taruna, usaha mandiri karang taruna, bantuan masyarakat, bantuan pemerintah, ataupun sumber pendanaan lain yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan. Dalam pengelolaan keuangan ini, karang taruna harus memperhatikan aspek transparansi, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.

[STRUKTUR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *